Tugas Akhir MK Model dan Evaluasi Implementasi Pembelajaran Disrupsi Inovasi
Aggota kelompok 6 :
1. Kamisah (P2A523001)
2. Hera Puspita Sari (P2A523004)
3. Atika Putri (P2A523008)
4. Titien Suprihatin (P2A523023)
Assalamu'alaikum. welcome to my Blog. Blog nya para perindu surga berjuang di jalan pendidikan. seperti bisa, konten kita masih seputar model-model inovasi dalam pendidikan. Hanya saja kita akan menyaksikan sebuah tanyangan vidio pembelajaran inovasi di sekolah-sekolah.
Disrupsi inovasi dalam pembelajaran, tentu sesuatu yang bukan asing lagi bagi kita yang berperan dalam pendidikan khususnya kita sebagai seorang guru. Ada banyak model inovasi yang bisa kita terapkan di sekolah. Mulai dari pembelajaran kooperatif, kolaboratif atau pembelajaran kuantum.
Dari model-model tersebut, tentu saja ada kelebihan dan kekurangannya, sehingga kita sebagai guru harus bijaK dalam mendesain modul pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran inovasi, kemudian bisa kita terapkan di kelas saat kita mengajar.
Sebelum lebih dalam kita bahasa tentang disrupsi inovasi, Ayo kita simak diskusi terkait implementasi pembelajaran inovasi di bawah ini.😃
Ceritanya di atas, pembelajaran kooperatif Merupakan serangkaian strategi khusus yang dirancang untuk memberikan dorongan kepada peserta didik agar dapat bekerja sama selama selama prose pembelajaran. tujuannya adalah dapat memotivasi siswa agar lebih aktif dalam belajar.
Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah:
1. mengurangi rasa takut siswa, dikarenakan belajar secara bersama. sehingga akan lebih percaya diri.
2. dapat meningkatkan motivasi
3. ada tempat bertanya.
4. siswa di latih untuk bekerja sama
5. Memudahkan siswa berdiskusi dan melakukan interaksi sosial
6. meningkatkan kemampuan berfikir kreatif
Namun pembelajaran kooperatif memiliki kelemahan yaitu:
1. sebuah kelompok akan dijadikan tempat siswa untuk lebih banyak bercerita daripada belajar jika tidak diawasi oleh guru.
2. tidak menutup kemungkinan adanya konflik di antara teman sesama kelompok atau bahkan lintas kelompok
3. Saat diskusi kelas, terkadang di diminasi seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.
Sementara itu pembelajaran Kolaboratif merupakan Metode yang digunakan sebagai kelancaran kegiatan pembelajaran. Setiap model memiliki kelebihan dan kelemahan. di bawah kelebihan dan kelemahan model kolaborat
A. Kelebihan
1. menanamkan kerja sama dan toleransi
2. mendorong siswa belajar dalam kelompok
3. melatih siswa berfikir kristis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan kreative yang merupakan keterampilan yang harus dimiliki oleh genarasi Z dalam menghadapi masalah di era 5.0.
B. kelemahan
1. membutuhkan waktu yang lebih lama
2. sarana dan prasarana yang kadang kurang mendukung
3. serta butuh pengawasan yang ketat dari guru sebagai fasilitator.
Walaupun demikian, di bwah ini adalah contoh penerapan disrupsi inovasi dalam pembelajaran. berdasarkan hasil diskusi dan analisis terhadap keleman dan kekurangnnya, maka diputuskan untuk mengimplementasikan model kolaboratif yaitu PjBL.
Projeck Based Learning Adalah pembelajaran yang menghasilkan proyek dan melibatkan siswa dalam kegiatan penyelidikan mulai dari tahap awal sampai tahap evaluasi.
adapun sintak PjBL adalah sebagai berikut:
1. Pertanyaan mendasar
2. Mendesain proyek
3. Menyusun jadwal
4. Meminitoring keaktifan dan perkembangan proyek
5. Menguji hasil
6. Mengevaluasi hasil
Kelebihan model PjBL :
1. Memotivasi peserta didik dengan melibatkannya di dalam pembelajaran.
2. Siswa diajak untuk bekerja sama, saling bertukar pikiran dan pengalaman. Dengan bertukar ide, wawasan, siswa menjadi lebih banyak berinteraksi dengan temannya.
2. Pencapaian hasil belajar dapat dicapai dengan 2 cara yakni individu dan kelompok.
3. Siswa saling mengisi, yang sudah paham bisa mengajarkan ke siswa yang belum paham pada materi
Kekurangan Model PjBL:
1. Memerlukan banyak waktu menyelesaikan projek
2. Biaya yang ditimbukan membuatan projek cukup banyak
3. Memungkinkan terdapat siswa kurang aktif dalam kelompok
4. Kesulitan dalam penilaian
Peran Guru dalam Pembelajaran Menggunakan Model Pembelajaran Projek Based Learning (PJBL)
1. Guru sebagai Motivator, Fasilitator, Pendukung dan Membimbing Peserta Didik dalam setiap tahapan Proses Belajar.
2. Guru juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan berpihak pada ekosistem Pembelajaran
3. Guru berperan dalam mengelola waktu dan membantu Peserta Didik dalam mengatasi Permasalahan Belajar yang dihadapi Peserta Didik
Adanya Kolaborasi antara Peserta Didik dan Guru dalam Pembelajaran dapat meningkatkan kualitas Pembelajaran dan Pendidikan.
Nah, sekarang kita coba kepoin penerapan model PjBL dari vidio ini ya. 😀

Mantap Bu Ustadzah ...Pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan keterampilan 4C yaitu berfikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreatif.
BalasHapusKeren Ustazah, menginspirasi
BalasHapusAlhamdulillah sangat membantu ibu...
BalasHapusBacaannya sangat informatif