INOVASI MODEL PEMBELAJARAN (Pertemuan 1, 25 Agustus 2023)
Assalamu'alaikum wr.wb.
Bagaimana kabarnya para pembaca? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah. Aamiin.
Alhamdulillah setelah sekian purnama, Blog yang hampir punah ini kembali terbuka. Tentunya karena suatu alasan. Mau tau alasannya apa? Mau tau aja atau mau tau banget? Yups! Qodarullah setelah 10 tahun menyelesaikan kuliah S1, lembaga tempat saya bekerja mendukung penuh untuk saya melanjutkan kuliah di pascasarjana. Masyaallah sekali ya. Hal yang tidak pernah terfikirkan oleh saya sebelumnya, mudah saja untuk Allah menjadikan segala sesuatunya terjadi. Hanya dengan berkata Kun Fayakun. Nah, salah satu alasan kembali terbukanya Blog ini adalah untuk memenuhi salah satu pra syarat untuk lulus pada salah satu mata kuliah yaitu "Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains."
Tugasnya tidak sulit, hanya diminta untuk mereview kembali materi kuliah malalui tulisan atau vidio yang di publikasikan melalui akun Blog masing-masing. Gampang kan? Gampang dong.Yang susah itu memulai untuk membuatnya.Hehe.
Nah, tertanggal 25 Agustus 2023 bertepatan di hari Jum'at adalah pertemuan pertama kami dengan Dosen pembimbinng yaitu Bapak Dr. Drs. Syamsurizal, S.si.
Pada perkuliahan pertama kami membahas tentang model atau bentuk inovasi pembelajaran. Dahulu yang model belajarnya pedagogik atau istilahnya yang dikenal sebagai guru yang selalu aktif menyuapkan materi kepada peserta didik, justru dengan berkembangnya zaman, maka berkembang pula model-model pembelajaran yang bisa diterapkan di dalam dunia pendidikan di masa sekarang. Ditambah lagi kemajuan teknologi yang sangat pesat. Sehingga pendidikpun dituntut untuk bisa menguasai teknologi secara paten. Adapun inovasi model pembelaran pada era 4.0 saat ini di antaranya adalah:
1. Pembelajaran Cybergogy
Cybergogy merupakan strategi pembelajaran untuk membangun ekosistem belajar yang kondusif bagi keterampilan, pengetahuan, dan emosional peserta didik dengan memanfaatkan teknologi dan informasi.
Era cybergogy ini, menuntut para pendidik di Indonesia untuk memiliki skill dalam penguasaan teknologi informasi di samping keterampilan pedagogik.
2. Pembelajaran Peeragogy
Peeragogy merupakan strategi pendidikan yang bertujuan peserta didik terbiasa fokus untuk saling berkolaborasi, mampu bekerja sama dan mencipta dan mencapai sesuatu sesuai dengan tujuan bersama.
3. Pembelajaran Huetagogiy
Heutagogy merupakan strategi mendidik siswa yang yang medorong mereka memiliki keterampilan mengarahkan diri. pengembangan kemampuan self-directing. Tanpa kemampuan mengarahkan diri, siswa akan sangat mudah terganggu, terpengaruh, dan teralihkann oleh banyaknya aplikasi-aplikasi digital yang berseliweran melalui gadget.
Nah, demikian hal yang telah saya tangkap dari hasil perkuliahan di pertemuan pertama. Sebenarnya masih banyak hal yang disampaikan dosen. Bahkan sedikit menyinggung terkait 8 kecerdasan yang dimiliki oleh setiap kita, maka seorang pendidik harus pintar menemukan kecerdasan peserta didik yang lebih menonjol agar bisa diarahkan menjadi bakat yang dapat menopang usaha dan kegigihannya dalam belajar.
oh ya, satu hal lagi sebagai penutup di sesi pertama ini. ada satu kalimat yang disampaikan oleh dosen yang sangat mengena di hati saya yaitu " Sehebat dan secanggih apapun dunia teknologi sekarang, itu tidak akan mampu menggantikan peran seorang guru yang memiliki pengetahuan tersembunyi yang di dapat dari pengalaman. Guru harus tangguh dan renponsif."
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMasyaAllah... Sangat bermanfaat ilmunya. Benar sekali, semakin berkembangnya teknologi, guru juga dituntut untuk terus berkembang. Sehingga, pembelajaran di kelas tidak berlangsung secara monoton. Teknologi yang berkembang, bisa dijadikan salah satu media untuk menyampaikan materi pembelajaran secara aktif dan menyenangkan.
BalasHapusWah, sangat bermanfaat informasinya, bu. Semangat terus berproses dan belajar
MasyaAllah keren
BalasHapusMari berjuang untuk menjadi guru sejati yang tangguh dan selalu memberikan respon dan umpan balik yang baik.
BalasHapus